Book Appointment Now

Moderasi Beragama ala Kemenag Sambut MPLS: PPM Dampingi Siswa Baru Lewat Game Islami

Sidoarjo, 16 Juli 2025 — Dalam rangka MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi siswa kelas 10, MAN Sidoarjo menggelar program moderasi beragama bekerja sama dengan Kementerian Agama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (16/7) ini menghadirkan pendekatan edukatif berbasis permainan; salah satu permainan unggulan yang dimainkan adalah “Ngombe Degan”, yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia dan sikap islami pada peserta didik baru.
Acara digelar di lingkungan sekolah sebagai bagian dari rangkaian MPLS, dengan anggota Putra Putri Mansda (PPM) berperan aktif membimbing dan memfasilitasi jalannya permainan. Para anggota PPM mengarahkan kelompok siswa, menjelaskan aturan main, serta memastikan suasana tetap kondusif dan penuh semangat. Setelah sesi permainan utama, suasana dilanjutkan dengan permainan ringan lain seperti Ular Tangga yang mengundang antusiasme dan tawa para siswa.
Program “Ngombe Degan” disusun untuk mengombinasikan unsur edukasi agama, etika sosial, dan teamwork melalui mekanik permainan yang interaktif. Dalam praktiknya, permainan ini menjadi medium agar siswa baru dapat memahami nilai toleransi, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati—nilai-nilai inti moderasi beragama—dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.
Respons dari pihak sekolah dan peserta sangat positif. Guru pembimbing MPLS menilai metode permainan membantu membuka komunikasi antara siswa baru dan pembina, sehingga proses pengenalan lingkungan menjadi lebih hangat dan tidak kaku. Sementara para siswa mengaku merasa lebih nyaman berinteraksi dan lebih cepat mengenal teman-teman sekelas melalui kegiatan yang bersifat kolaboratif tersebut.
Peran PPM mendapat pujian karena selain memandu teknis permainan, anggota organisasi ini juga menjadi penghubung antara panitia Kemenag, pihak sekolah, serta para siswa. Kehadiran PPM membantu kelancaran alur kegiatan—mulai pembagian kelompok, pengaturan tempat, hingga evaluasi singkat antar sesi—sehingga setiap permainan berjalan sesuai rencana dan memberi nilai tambah edukatif.
Panitia pelaksana berharap program moderasi beragama yang diaplikasikan lewat permainan dapat menjadi model pendekatan untuk kegiatan pembinaan karakter selanjutnya. Dengan format yang menyenangkan, harapannya nilai-nilai toleransi dan akhlak islami dapat tertanam lebih efektif pada generasi baru siswa MAN Sidoarjo.
Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat bersama para peserta dan penyerahan panduan singkat moderasi beragama yang dapat digunakan siswa sebagai bahan renungan selama masa orientasi. Secara umum, pelaksanaan MPLS hari itu dinilai sukses dalam menyatukan unsur edukasi agama dan interaksi sosial dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.


