Book Appointment Now

Grand Final PPM Puncaki Unjuk Bakat Calon Duta Muda di Auditorium MANSDA

Sidoarjo, 23 Januari 2025, Grand final Putra Putri Mansda (PPM) berlangsung meriah di Auditorium MANSDA pada Kamis (23/1). Acara puncak ajang unjuk bakat dari para calon duta muda sekolah itu digelar sejak pukul 13.00 hingga sekitar pukul 17.00 dengan jeda pelaksanaan shalat Ashar.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah, Ibu Lilik, yang memberi apresiasi atas inisiatif PPM sebagai wadah pengembangan bakat dan karakter siswa. Setelah itu Ketua Pelaksana memberikan pengarahan singkat mengenai susunan acara dan tujuan kegiatan, yaitu menilai kemampuan talenta, keterampilan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi peserta dalam tampil di hadapan publik.
Sebelum mencapai puncak unjuk bakat, acara memasuki sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Calon-calon duta diberi kesempatan menjawab pertanyaan dari panel dan audiens, yang menjadi momen penting untuk menguji ketenangan, kecakapan berpikir cepat, serta kemampuan argumentasi mereka. Sesi ini mendapat sambutan hangat dari penonton yang terlihat antusias mengamati bagaimana setiap peserta merespons tekanan panggung.
Puncak acara adalah rangkaian unjuk bakat yang disajikan secara beragam dan kreatif. Penampilan Tari Tradisional oleh Naura Riska memukau penonton dengan keluwesan gerak dan kostum yang menonjolkan kekayaan budaya daerah. Kelompok storytelling yang terdiri dari Rifat Setiawan, Kayla Belva, dan Azzahra Kayana membawakan legenda Malin Kundang dalam bahasa Inggris; penyajian mereka dipuji karena pemilihan diksi, ekspresi, dan penguasaan bahasa asing yang kuat, sehingga mampu menghadirkan suasana naratif yang hidup.
Segmen public speaking menjadi sorotan tersendiri karena menghadirkan kemampuan berpidato dalam beragam bahasa. Abyan Ahmad tampil dengan pidato berbahasa Inggris yang terstruktur rapi, menonjolkan kefasihan dan penggunaan retorika; Aqsa Permana memikat audiens lewat pidato berbahasa Jawa yang sarat nuansa lokal dan emosional; sedangkan Nevisa menyampaikan pidato bahasa Indonesia yang lugas dan persuasif. Ketiga penampilan tersebut menegaskan kemampuan multibahasa dan keluwesan komunikasi para kandidat PPM.
Menutup rangkaian seni pertunjukan, penampilan band yang dibawakan oleh Izzad Fendiro, Nizam Lingga, Aqilah Syifa, dan Octarindra Aurelia mengangkat suasana menjadi semarak. Persembahan musikal ini mendapat tepuk tangan panjang dan sorakan dari penonton, menjadi penutup yang energik bagi serangkaian pertunjukan kreativitas peserta.
Para juri tampak bekerja serius menilai setiap aspek penampilan—mulai teknik, penguasaan materi, kreativitas, hingga sikap panggung. Meskipun nama pemenang tidak diumumkan langsung di depan umum pada akhir event ini, panitia menyatakan bahwa proses penjurian berjalan objektif dan hasil akan diumumkan setelah penghitungan akhir selesai. Selama kegiatan berlangsung, panitia juga menjaga kelancaran acara, termasuk jeda untuk pelaksanaan shalat Ashar yang dilakukan dengan tertib.
Acara ditutup dengan penganugerahan tiga gelar utama, yaitu The Winner, Berbakat, dan Favorit. Momen penentuan pemenang berlangsung penuh antusias dan emosi dari para penonton. Gelar The Winner PPM 2025 berhasil diraih oleh Rifat Setiawan dan Akasya Alwa, yang dinilai unggul dalam penampilan, kemampuan komunikasi, serta kepribadian sebagai duta muda MAN Sidoarjo. Penutupan acara berlangsung khidmat dan meriah dengan tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
